Soft Launching Pain Center RSUB, Hadirkan Pakar Manajemen Nyeri

Sabtu, 13 Maret 2021- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Universitas Brawijaya berkolaborasi dengan RSSA dan Djarum Foundation untuk melakukan bakti sosial pengobatan nyeri bagi 12 pasien penderita nyeri dari beberapa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Malang. Pasien mendapatkan tindakan dokter telah lolos pada tahap screening dan tes swab yang dilaksanakan pada 12 Maret 2021. Bakti sosial ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan Soft Launching Pain Center (Poli Nyeri) di RSUB dan kegiatan webinar.

Poli Nyeri RSUB yang menempati gedung A lantai 2 memiliki beberapa fasilitas layanan antara lain layanan konsultasi, terapi konservatif dan terapi Intervensi. Kegiatan Soft launching dilaksanakan secara daring dengan mengundang perwakilan dari Djarum Foundation, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Rektor UB, para dokter RSSA dan RSUB. Pada sambutanya, Direktur RSUB, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes mengatakan, “Penderita sakit Nyeri di Indonesia berjumlah 12,7 juta jiwa sehingga hal tersebut membuat RSUB merasa perlu untuk mendirikan Poli Nyeri yang menjadi tindakan lanjutan khususnya bagi warga Malang apabila sakitnya belum sembuh pada tingkat Fisioterapi”.

Kegiatan webinar dengan tema “Three in One Method Pain Management” juga turut memeriahkan acara Soft Launching Pain Center RSUB dengan menghadirkan pakar manajemen nyeri dari Belanda sekaligus Dosen Luar Biasa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, yaitu Willy Halim, MD, Ph. D. FIPP. dr. Willy menyampaikan beberapa materi mengenai penanganan nyeri yang dapat dilakukan oleh dokter maupun pasien apabila sedang berada di rumah.  “Saya juga bangga RSUB akhirnya memiliki pain center atau pusat nyeri sehingga dapat mewujudkan mimpi kami dalam memudahkan penanganan bagi pasien nyeri.”tambah Willy.