RUMAH SAKIT

Universitas Brawijaya

Sejarah

10 - 01 - 2015 admin

  Pada bulan Desember 2008, Universitas Brawijaya mendapat surat dari Dirjen Anggaran DEPKEU No. 53964/A6/2008, tentang Pemberitahuan Pagu Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara – Belanja Pemerintah Pusat (BABUN-BPP) Tahun anggaran 2009. Pada tanggal 7 Januari 2009, Rektor Universitas Brawijaya menerbitkan Surat Keputusan No. 005/SK/2009 tentang Penetapan Lokasi Rumah Sakit Universitas Brawijaya yang menetapkan bahwa lokasi RSA UB di jalan Soekarno Hatta Malang.

       Pada tanggal 14 Januari 2009 berdasarkan Surat Penawaran Harga Tanah No. 155/SK/BPM/XII/2008, mulain dilakukan penawaran harga tanah oleh PT. Bumi Perkasa Megah yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Malang dengan harga Rp.3.500.000,00/m², Nomor Sertifikat B. No. 532 Luas 32.062 m² dan B. No. 2004 Luas 1352 m². Setelah dlakukan perundingan antara kedua belah pihak secara bertahap, pada tanggal 6 Februari 2009 berdasarkan Surat No. 168/SK/BPM/II/2009 yang isinya menerima penawaran dari Universitas Brawijaya dimana pembelian tahap pertama seluas 10.000m² dengan harga Rp.2.650.000,00/m² termasuk PPN dan PPh final dengan ketentuan untuk pembelian sisa tanah tahap pertama bagian depan dengan harga menjadi Rp.2.850.000,00/m², PPN dan biaya notaris serta biaya balik nama ditanggung Universitas Brawijaya selaku pihak pembeli.

      Pada tanggal 26 Agustus 2009, dilakukan Perjanjian Kerja Sama penyusunan dokumen AMDAL Pembangunan Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang antara PT. Patroon Arsindo (Konsultan Perencana Proyek Pembangunan RSUB) dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Brawijaya dengan Surat Perjanjian Kerjasama No. 002/SPK UNB/VIII/2009. LaboratoriumTransportasi dan Jalan Raya Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah membuat laporan mengenai Analisis Dampak Lalu Lintas Rumah Sakit Universitas Brawijaya Malang , yang intinya dampak operasinya Rumah Sakit universitas Brawijaya Malang Terhadap lalu lintas di kawasan tersebut masih relative kecil yaitu antara 3,1% s.d. 5%.

       Tanggal 26 Agustus 2009 telah diterbitkan Akta Jual Beli No. 247/2009 oleh notaris dan PPAT atas nama Dyah Widhiawati, SH. MKn dengan objek jual beli sebidang tanah HGB No. 664 berdasarkan surat ukur No. 04093/Jati/2009 seluas 10.000m² dengan harga Rp. 26.500.000.000,00 (Dua Puluh Enam Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) antara PT. Bumi Megah Perkasa dengan Universitas Brawijaya. Pada Tanggal 3 September 2009, Tim Tenaga Ahli Pelaksanaan Pekerjaan Studi AMDAL Pembangunan Rumah Sakit Riset dan Pendidikan Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Dr. dr. Endang Sri Wahyuni dengan Surat tugas No. 499/J10/LL/2009.

     Pada tanggal 7 September 2009 Walikota Malang mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Malang No. 118.45/351/35.73.112/2009 tentang Pemberian Ijin Lokasi Untuk Keperluan Pembangunan Fasilitas Pendidikan Rumah Sakit Universitas Brawijaya. Pada Tanggal 2 Oktober 2009, Pusat penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Brawijaya melalui surat No. 093/J.10.2.PPLH/KU/2009 perihal AMDAL UB dan Rencana AMDAL RS Universitas Brawijaya memberikan keterangan bahwa telah melaksanakan Seminar dan Penelitian dari pihak Komisi Penilaian AMDAL Badan Lingkungan Hidup Kota Malang pada tanggal 1 Oktober 2009. Sebagai tindak lanjut dikirimkan Surat Keterangan tentang rencana Studi AMDAL RSUB yang telah mendapatkan pengesahan dari Badan Lingkungan Hidup Kota Malang sebagai syarat pengajuan IMB RSUB.

      Pada tanggal 25 Januari 2010, Walikota Malang melalui surat  No.660/05/35.73.406/2010 mengeluarkan persetujuan kelayakan lingkungan pembangunan Rumah Sakit Universitas Brawijaya Jl. Soekarno Hatta Malang. Pada Tanggal 29 Januari 2010, badan Pelayan Perijinan Terpadu Pemerintah Kota Malang menerbitkan Surat Ijin Mendirikan Bangunan No. 640/0232/35.73.407/2010 untuk bangunan di Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mojolangu dan Jatimulyo untuk untuk Rumah Sakit Universitas Brawijaya dengan luas bangunan 46.883,06 m² dan luas Basement 6904,4 m² atas nama Dra. Ernani Kusdiantina SE, MM / Universitas Brawijaya Malang.

     Pada Tanggal 18 Februari 2010, Dyah Widhiawati, SH., MKn. Selaku Notaris/PPAT membuat Surat Keterangan No. 44/DWI/II/2010 yang menerangkan bahwa Sertipikat HGB No.678 Jatimulyo seluas 7.145 m², Sertipikat HGB No. 2087 (Pemisahan dari HGB No. 2004) Kelurahan Mojolangu seluas 465 m², dan Sertipikat HGB No. 664 Kelurahan Jatimulyo seluas 10.000 m², telah menjadi milik Universitas Brawijaya. Pada Tanggal 31 Mei 2010 telah diterbitkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli oleh Notaris Dyah Widhiawati, SH., MKn oleh PT Bumi Megah Perkasa dan Universitas Brawijaya untuk pembelian sebidang tanah HGB No. 628 di Kelurahan Jatimulyo Nomor ID Bidang Tanah 12.06.05.08.06782 seluas 192 m² dengan harga Rp. 2.850.000,00 per m².

      Pada tanggal 28 September 2010, badan Pertahanan Nasional Kota Malang menerbitkan Sertifikat Hak Pakai, antara lain Sertipikat Hak Pakai No. 65 dengan NIB 12.06.05.10.07572 Letak Tanah Jl. Soekarno Hatta. Pada Tanggal 21 Nopember 2011, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Pemerintah Kota Malang menerbitkan Surat Ijin Mendirikan Bangunan No. 640/29971/35.73.407/2011 untuk bangunan di Jl. Soekarno Hatta kelurahan Jatimulyo untuk Rumah Sakit Universitas Brawijaya dengan luas bangunan 53.371 m² dan luas basement 7.072m².

     Pada tanggal 20 Juli 2012, Walikota Malang menerbitkan Surat Keputusan Walikota Malang No. 188.45/291/35.73.112/2012 tentang izin Gangguan Rumah Sakit Universitas Brawijaya yang berlaku selama lima tahun. Pada Tanggal 11 Oktober 2012, melalui surat persetujian tidak keberatan pemilik tanah dan/atau bangunan yang berhimpitan dengan lokasi tempat kerja / kegiatan usaha, warga RW IV Kelurahan Jatimulyo yang bertanda tangan pada surat tersebut menyatakan bahwa sebagian besar setujua atas pembangunan bangunan tersebut.

      Pada tanggal 1 Nopember 2012, Dinas Kesehatan Kota Malang melalui surat No. 445/2491/35.73.306/2012 memberikan rekomendasi ijin mendirikan Rumah Sakit Universitas Brawijaya yang berlokasi di Jl. Soekarno Hatta. Pada Tanggal 1 Mei 2013, Badan Penanaman modal UPT Pelayanan Perijinan Terpadu Provinsi Jawa Timur menerbitkan Surat Ijin Pendirian Rumah Sakit No. P2T/1/03.21/01/V/2013.

Share this post