RUMAH SAKIT

Universitas Brawijaya

Kolaborasi, RSUB dan PERDAMI Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak

30/04/2018 humas rsub Berita, Kegiatan

Dalam rangka kegiatan bhakti sosial, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Malang Raya gelar operasi katarak gratis yang diselenggarakan Sabtu (28/4) di Rumah Sakit Universitas Brawijaya. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri pula oleh staf ahli wakil rektor IV Universitas Brawijaya, Dr. Eng. I Nyoman Suluh Wijaya, ST., MT, Ketua PERDAMI Cabang Malang Raya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya.

Direktur RSUB, Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An mengungkapkan bahwa operasi katarak gratis akan dilakukan secara berkala sebagai wujud pengabdian RSUB kepada masyarakat yang termasuk dalam salah satu pelaksaaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Andyk juga mengatakan bahwa melalui operasi katarak ini dapat membantu program pemerintah untuk memberantas kebutaan secara nasional 2020.

Sebelum pelaksanaan tindakan operasi, para peserta telah melalui proses screening yang dilakukan oleh dokter spesialis mata RSUB, dr. Fariz Nufiarwan, Sp. M dan dr. Yasmin Sani, Sp. M. Dari proses pendaftaran calon peserta, 57 orang yang memenuhi syarat atas tahap ini. Pelaksanaan tindakan dilakukan berulang dihari Sabtu (28/4) dan kontrol pasca operasi (29/4). Selanjtunya, operasi katarak akan dilakukan secara bertahap.

Dekan FK UB, Dr. dr. Sri Andarini, M. Kes mengungkapkan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan kegiatan yang positif karena FK UB dapat berkontribusi untuk menyumbang tenaga medis serta dapat meningkatkan kompetensi sesuai dengan visi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sementara itu, staf ahli wakil rektor IV Universitas Brawijaya, Dr. Eng. I Nyoman Suluh Wijaya, ST., MT menyatakan dukungannya terhadap kegiatan bhakti sosial yang dilakukan RSUB dan PERDAMI. Harapannya, kegiatan seperti ini nantinya dapat meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap RSUB.